Slider

Mengabdi / berita

Menginspirasi / Acara

Agenda Terdekat

Diskusi / Seminar

Pelatihan

Bedah Buku / Film Dll

Dokumentasi / Foto - Foto

9 Tanda Laki-laki Bermasadepan Cerah

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya Tujuan Hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi Menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan Berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. "Family Man"
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki Investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan Lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan Positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

9. Senang Beribadah
Rasanya akan hambar jika nomor 1 sampai 8 terpenuhi tapi tidak senang beribadah, selain senang laki-laki yang berpotensi sukses juga implementatif dan sering menerapkan apa yang ia pahami tentang ibadah dalam kehidupan sehari-hari, tidak muluk-muluk tetapi justru istiqomah walaupun hanya menjalankan amalan yang kecil.

Semoga siapapun yang merindukan sosok suami seperti diatas mari kita sama-sama doakan smoga dipertemukan dengan yang diimpikan...Aamiin

Dari berbagi Sumber
Editor : Hamzah/

Rural Youth Camp Di Pandeglang

Acara yang satu ini seharusnya dilaksanakan tanggal 13-14 April 2014. Tetapi karena beberapa hal maka terpaksa harus diundur minggu depannya lagi. Meski adanya pengunduran waktu pelaksanaan tidak merubah sedikitpun kegiatan kami. Malahan terasa lebih ramai dan seru juga. Hal ini begitu tampak dari wajah-wajah para peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Sabtu, 19 April 2014 barulah acara ini bisa kami laksanakan. Tema yang kami angkat ialah "Rural Youth Cam "kemping muda-mudi desa" bertempat di villa Cadasari - Pandeglang. Dan ditemani beberapa kakak-kakak hebat dan luar biasa. Mereka berasal dari berbagai kampus, BSI Tangerang, UNTIRTA, STKIP Rangkasbitung, UNMA Menes, STAIKHA, dan UNSERA.

Acara yang dimulai bada shalat ashar ini pun cukup meriah, banyak sekali kegiatan yang kami lakukan, mulai dari perkenalan, game, diskusi, motivasi dan makan bareng. Di sana kami menginap satu malam dan setelah dzuhur kami pulang.
***
Anak-anak sudah tidak sabar menunggu kedatangan mobil jemputan. Dari pukul setengah satu mereka sudah menunggunya, tapi mobil itu baru tiba sekitar setengah tiga. Gara-gara terlalu lama menunggu, salah satu peserta pulang lagi ke rumahnya. Beruntung lima anak yang lain tidak terpengaruh dan tetap sabar menunggu.

Waiting Is Tiring itu memang bener..  Menunggu itu sesuatu yang membosankan, melelahkan dan sesuatu yang tidak enak. Untung sekarang jaman sudah canggih, jadi bisa ditanya sudah sampai mana dan bagaimana. Tapi meski jaman sudah canggih kalau tidak ada pulsa, atau yang di SMS tidak membalas, malah bikin penasaran dan 'keuheul' juga..

Meski mobil bak terbuka itu ukurannya kecil, tapi mampu mengangkut anak-anak yang lumayan banyak. Bahkan barang-barang juga masuk di dalamnya. Rata-rata mereka yang ikut sudah kelas X, XI bahkan ada juga yang tinggal menunggu pengumuman kelulusan (kelas XII). Mereka dari sekolah SMK Mifa Tunjung, NEFAL kubang, Mathlabul Huda Koroncong, dan SMP Rancawiru. 

Sekitar 40 menit perjalanan kami menuju tempat tujuan. Setelah tiba, kami langsung menunaikan shalat ashar berjamaah. Setelah itu langsung pembukaan dan dilanjutkan dengan perkenalan serta pembagian kelompok. Begitu tiba waktu shalat magrib, kami langsung berjamaah. Tak ketinggalan kami juga membaca surat yasin dan memohon perlindungan dari marabahaya.

Ada kultum juga, sambil menunggu waktu isya. Selesai sholat isya berjamaah, kami makan bersama dengan nasi yang sudah kami masak sebelumnya. Sebagian kakak-kakak yang lain membeli lauk-pauknya untuk menemani santap malam kami. 

Selesai makan malam, acara pertama dimulai. Yaitu berbagi cerita dari Kak Asep yang sempat ke Korea, dan Kak Fikar. Bagaimana dulu kisah dan perjalanannya ketika mengikuti keliling nusantara dengan kapal pesiar. Tak lupa Kak Fikar juga berbagi tips dan trik bagaimana meraih masa depan.

Setelah itu barulah materi Leadership Training. Video-video singkat diputar di awal, tujuannya untuk menghilangkan suasana jenuh dan bosan. Memasuki materi para peserta diminta untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan dan berapa jumlah skor yang bisa mereka kumpulkan. Dari skor itulah kemudian dibacakan ciri-ciri beserta tipe-tipe orang yang demikian. Banyak yang tertipu dan terkecoh juga dengan tes kepemimpinan ini.

Materi Leadership Training menjadi acara terakhir kami malam itu. Kami pun istirahat dengan lelapnya, dan mulai bangun lagi ketika adzan subuh berkumandang, Setelah shalat subuh kami mempersiapkan game dan sebagian mencari sarapan untuk mengisi perut kami. Beberapa permainan game kami mainkan dan semuanya sangat seru, asyik dan tentunya sangat kaya akan nilai-nilai edukasinya.

Selesai game, kami sarapan dan dilanjutkan dengan materi FGD (Focus Group Discussion). Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tema "bagaimana meraih kesuksesan". Dari tiap-tiap kelompok menampilkan gaya dan cara mereka masing-masing. Di selembar karton yang sudah panitia siapkan mereka menuliskan point-pointnya dengan jelas.

Sebelum penutupan, ada beberapa pesan dan kesan yang kami (selaku panita) sampaikan kepada peserta. Untuk terus rajin belajar dan meraih cita-cita yang ingin dicapai. Banyak jalan menuju Roma.. jika benar kemauannya maka pasti terbuka jalannya. demikian kata-kata mutiara itu menutup serangkaian acar Rural Youth Camp. []

Untuk melihat foto-foto selama kegiatan KLIK DISINI


Berbagi Kisah Dengan Mereka

Selesai acara yang pertama, kami kumpul lagi. Kalau tadi dengan anak-anak dan ibu-ibunya, kini khusus anak-anak muda. Rata-rata mereka sudah sekolah SLTP dan bahkan SLTA. Sehingga kami golongkan mereka ke dalam usia remaja. Materi yang kami sampaikan tentu berbeda dengan materi anak-anak.

Tema materi yang kami sampaikan yaitu bertema "ini kisah ku, mana kisah mu ?..." Meski penyampaian materi kali ini cukup sederhana dan hanya menggunakan metode ceramah, tetapi sangat efektif. Di awal-awal kami kenalan dengan masing-masing peserta, tujuannya supaya lebih akrab dan dekat. Setelah selesai berkenalan, barulah materi itu kami mulai.

Kak Amir bercerita tentang kisah perjalanan hidupnya dari mulai masuk Sekolah Dasar (SD) sampai bisa kuliah di kota gudeg. Bagaimana perjalanan yang dilaluinya begitu sulit, bahkan tidak dialami oleh anak-anak saat ini. Sebab ketika SD hingga lulus MTs, pekerjannya ialah menggembala kambing, dan sempat juga menggembala kerbau.

Ketika sekolah SD juga Kak Amir gak pernah jajan, dan kebiasaan itu terbawa hingga ke bangku sekolah MTs dan bahkan Ke Madrasah Aliyah (MA). Alasan waktu itu memang tidak punya uang untuk jajan. Karena biasa tidak jajan, kalau punya uang pun tidak berani untuk jajan, sebab ada perasaan malu.

Adapun untuk prestasi di SD alhamdulillah selalu baik dan dapat peringkat terus. Tetapi ketika sekolah di MTs rupanya tidak berbanding lurus, malahan menurun, dan untuk dapat peringkat ketiga saja rasanya lumayan sulit. Tak ada perubahan yang berarti ketika di MTs hingga lulus pun. Semuanya terasa datar-datar saja, bahkan tak ada yang istimewa.

Kisah ini berubah ketika masuk pesantren di Cigodeg dan lulus tahun 2008. Karena punya motivasi untuk tetap melanjutkan pendidikan, akhirnya memberanikan diri untuk mencari beasiswa ke Jakarta, ke STAN, ke bekasi dan ke bogor untuk mengajar. Kesemuanya itu ternyata tak ada yang berhasil. Hingga akhirnya Nekat berangkat ke Yogyakarta.

Setelah tiga bulan menetap di Jogja, dan berusaha dengan sekuat tenaga, akhirnya dapat kuliah juga. Bahkan kuliah hingga selesai tanpa keluar biaya sedikitpun.

Kisah yang kedua, yaitu dari Kak Asep yang menceritakan kisah hidupnya dari punya orang tua asuh dari Amerika dan menjadi mahasiswa pertukaran pelajar perwakilan provinsi banten untuk berangkat ke Korea. Perjuangan itu dimulai pada saat lepas SMA. Sempat bantu-bantu mengajar di SDN Majalaya, dan uang hasil mengajar digunakan untuk kursus bahas inggris.

Awalnya mengasah bahasa inggris dan berteman dengan orang-orang berbeda negara. Akhirnya dipertemukan dengan "sang malaikat". Begitulah Asep memanggilnya, dan hingga akhirnya Asep diangkat sebagai anak angkatnya. Katanya malaikat tersebut berkebangsaan Amerika.

Dari situ Asep ditantang untuk mengambil kampus yang terbaik di negri ini, waktu itu asep mengambil UI (Universitas Indonesia) dan UNTIRTA (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa). Memilih Untirta katanya biar cari aman ajah... hheheheh. Karena waktu itu UI gak masuk, akhirnya yang diambil Untirta.

Setelah masuk di untrita, asep juga dapat beasiswa. Tak hanya itu asep juga ikut Kakak Teteh Pandeglang dan akhirnya keluar sebagai juara, dan tak hanya itu asep juga ikut pertukaran pelajar ke korea. Setelah seleksi akhirnya Asep juga lolos dan resmi menjadi wakil banten.

Dibalik kisah-kisah ini sebetulnya lebih banyak kisah menyedihkan dan perjuangan yang berat. Mungkin orang hanya tahu senangnya saja, padahal dibalik itu semua ada proses yang harus dijalani dengan kepedihan. Kesimpulannya, tak ada kesuksesan tanpa sebuah perjuangan yang luar biasa. Kalau sudah bersakit-sakit dahulu tentu akan senang kemudian, seperti kata pepatah yang sering kita dengar. []

Roadshow ke Kampung Kedokan

Rabu (19/02/14) survei ke kampung Kedokan. Ds. Sukasari, Kec. Tunjung Teja, Serang-Banten. Cuaca sore itu sedikit mendung dan jalanan becek bercampur lumpur. Kondisi ini juga diperparah dengan kondisi jalan yang sampai hari ini belum ada perbaikan dari pemerintah. Entahlah, apa karena belum ada dana, atau sebenarnya sudah ada tetapi mengalir ke kantong sendiri.

Kondisi jalanan yang rusak dan berlumpur itu menemani perjalanan kami hingga ke kampung Kedokan. Di sana kami disambut dengan hangat oleh Sarif selaku tuan rumah, dan tak berapa lama kami ngobrol, minuman teh panas pun datang. Sesekali kami menikmati hidangan yang sudah disuguhkan disela-sela membahas agenda untuk tanggal 22 Februari 2014 nanti.

Kami diskusi terkait konsep, materi dan hal-hal yang dibutuhkan. Tetapi, Asep katanya belum pasti. Apakah nanti bisa ikut hadir  atau tidak, saat itu Asep tidak berani untuk memastikan hadir. Pasalnya, tanggal 22 Februari 2014 Asep masih ada acara di Cilegon, katanya. Tetapi Asep berusaha untuk bisa datang dan hadir ke acara ini.

Karena waktu sudah larut sore, kami pun izin untuk pulang. Tetapi tuan rumah menawari makan dan semuanya sudah disiapkan. Meski merepotkan, dan sangat sungkan kami pun meng-iya-kan. Selesai makan sore, kami sholat Ashar berjama'ah di rumah Syarif. Selesai sholat kami berpamitan.

Persiapan Sebelum Acara
Hari Sabtu (22/02/14) pukul 10.30 Syarif tiba di rumah. Kami sudah janji untuk menyiapkan materi yang akan diberikan nanti malam. Tak tak terasa waktu dzuhur tiba dan hujan pun turun. Selepas shalat dzuhur kami melanjutkan persiapan materi, begitu selesai, hujan juga sudah agak reda. Karena dirasa cukup reda, kami pun berangkat ke rumah Asep untuk mengambil infocus.

Meski gerimis kecil menemani perjalanan kami ke Kampung Calingcing dan ke Kampung Kedokan, rasanya terbayar sudah ketika menyaksikan antusiasme anak-anak Kampung Kedokan untuk menyaksikan acara yang akan kami suguhkan. Bahkan ketika kami tiba dengan membawa infocus, anak-anak langsung bersiap-siap.

Antusiasme anak-anak luar biasa, sehingga banyak yang berdatangan. Karena takut salah paham, akhirnya kami sampaikan acaranya nanti setelah ngaji. “Kalau belum ngaji nanti gak boleh ikutan pokoknya…. jadi harus ngaji dulu ya….” Bujuk Kak Amir. Untung saja mereka pun mengerti dan meng-iya-kan apa yang disampaikan tadi.

Setelah dicoba, ternyata temboknya agak kurang putih. Akhirnya kami sempatkan sejenak untuk mencat dinding tersebut, khususnya pada bagian yang akan dijadikan titik layar infocus. Meski hasilnya kurang signifikan dan nyaris tidak ada perubahan yang berarti, tetapi yang penting sudah berusaha.

Memulai Acara 
Selepas sholat Magrib, pesan SMS dari Syarif masuk, isi pesan itu memberitahukan bahwa yang hadir itu malah kebanyakan ibu-ibu ketimbang anak-anaknya. Waktu itu hanya bisa tersenyum dan menyampaikan untuk tetap tenang dan biasa saja. Meski ini aneh tetapi harus diapresiasi. Toh ibu-ibu memiliki keingintahuan yang lebih, khususnya untuk kampung Kedokan.

Acara seharusnya dimulai pukul 19.30, tetapi karena datang terlambat maka acara baru dimulai pukul 20.15. Meski datang terlambat, kami sebisa mungkin untuk tampil seprofesional mungkin dan memberikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Karena acara sudah dibuka oleh Kak Mimin dan Kak Sarif, maka Kak Amir langsung masuk dan menyampaikan materinya.

Materi yang disampaikan yaitu tentang dream trigger (menggerakan mimpi). Hampir sama dengan roadshow yang pertama, hanya saja konten nya diubah dan ditambahkan games dan tontonan yang berbeda. Tetapi secara keseluruhan, konsepnya sama dengan sebelumnya. Tak ketinggalan lagu-lagu dan hadiah menjadi rangkaian yang wajib dalam menyampaikan materi pada malam itu.

Karena ada ibu-ibu di luar, tak lupa pertanyaan itu juga diberikan khusus untuk ibu-ibu. Bagi yang mampu menjawab maka berhak mendapatkan hadiah dari pemateri. Meski tak seberapa tetapi sangat cocok untuk menarik keaktifan mereka. Karena dirasa sudah cukup, kini saatnya bagian Kak Asep yang berbagi ilmu dan pengalaman dengan para peserta.

Meski sempat pulang ke rumah dan hanya menaruh barang-barang, Kak Asep tetap menyempatkan hadir. Dari wajahnya terlihat raut wajah kecapekan, tetapi di hadapan peserta Kak Asep berusaha tampil semaksimal dan seprofesional mungkin. Terbukti para peserta seolah disihir dibuatnya, dengan kisah-kisah perjalanannya ketika mengunjungi negri nan jauh disana, yaitu Korea.

Tak lupa, Kak Asep juga memberikan video tentang perjalanannya ketika hendak berangkat dan sesudah berada di sana. Semua itu bisa terwujud karena berawal dari mimpi. Berawal dari sebuah cita-cita. Cita-cita itu tidak akan terwujud kalau hanya sebatas dibayangkan, tanpa ada upaya dan usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

Untuk mewujudkannya, tentu dengan cara –cara yang sangat menyakitkan dan itu tak mudah. []


silakan lihat foto-foto yang lainnya KLIK DISINI

Roadshow Pertama, Ke Kampung Mayat

Inilah antusiasme anak-anak Kp. Mayat
Meski kondisi tanah belum kering betul pasca turun hujan, tak menciutkan langkah kami untuk memulai kegiatan roadshow. Sekitar pukul 16.00, projector dicek dan sekaligus dicoba, karena ditakutkan ada yang cacat, dan alhamdulilah ternyata normal. Tapi masalah yang muncul ketika itu muncul ialah kabel untuk suara dari laptop/notebook ke sound tidak pas.

Dari kejadian itulah akhirnya kami mendapatkan satu "amunisi" baru yang sangat luar biasa. Mochamad Syarif itulah nama lengkapnya. Berawal dari kegelisahan untuk mencari sound pengganti yang tadi tidak berfungsi, akhirnya kami malah dapat dua keuntungan sekaligus. Dapat amunisi baru dan ternyata Syarif juga membawa sound yang kami butuhkan.

Kami saling berkenalan, kemudian disampaikanlah visi-misi dan tujuan dari forum pemuda penggerak desa yang kami buat ini. Meski waktu itu Syarif masih agak malu-malu dan banyak diam, kami percaya dibalik diamnya adalah sinyal bahwa ia setuju dengan forum ini. Selesai dari situ akhirnya kami ngobrol kesana-kemari.

Nanti kita berangkat ke kampung Kupluk setelah magrib… tempat ini belum fiks sebenarnya, kalau ada masukan atau usul tempat yang lain silakan… kami sangat senang.” Seketika itu juga, syarif memberikan usul untuk di kampung Mayat. Alasannya waktu sangat sederhana, ada teman sekolah dan kebetulan bapaknya ketua RT (Rukun Tetangga) juga.

Inilah rumah Bapak RT yang kami kunjungi
Atas masukkan dari Syarif itulah, akhirnya rencana yang sudah kami rancang untuk roadshow ke kampung Kupluk akhirnya di pindah ke Kampung Mayat. Kampung Mayat ini adalah bagian dari desa Panunggulan Kec. Tunjung Teja, Serang - Banten. Tepatnya di sebelah utara kampung Sukasari. Adapun alasan mengapa menggunakan nama Mayat (manusia yang sudah meninggal) kami juga tidak tahu persis asal-muasalnya.

Setelah sholat magrib kami berangkat menuju kampung Mayat. Kami berangkat dengan tiga motor, dan tak lupa menjemput salah satu "amunisi" yang katanya mau ikutan juga, Minarsih namanya. Setelah dijemput barulah kami menuju tempat tujuan. Meski kondisi jalannya rusak dan berlubang tak mengendurkan semangat kami malam itu.

Memulai Acara

Anak-anak sedang berkenalan dengan Kak Amir
Begitu tiba di Kampung Mayat, tak ada yang aneh sedikitpun. Nama kampung Mayat hanya sebuah nama belaka, dan tidak ada kesan angker sama sekali. Malahan para warga pada asyik ngbrol di depan rumahnya dengan tengga yang lain. Hingga kami menghentikan laju sepeda motor, di depan sebuah rumah yang cukup sederhana.

Setelah menyampaikan tujuan kedatangan kami ke ibu RT kami pun diterima dengan baik dan dipersilakan untuk mengisi acara pada malam itu. Ternyata Ibu RT sangat anstusias dan langusng menyuruh anak-anak yang lain untuk bisa datang ke rumahnya. Meski hanya dengan pesan sederhana dan itu mulut ke mulut ternyata sangat efektif. Terbukti, tak butuh waktu lama anak-anak pun datang beramai-ramai.

Anak-anak yang hadir lumayan banyak dan kami memulai acara pukul 20.00. Acara dibuka oleh Kak Amir. Tampil dengan mengenakan topeng monyet sontak membuat anak-anak kaget. Setelah dibuka barulah anak-anak diajak untuk belajar dan bermain. Dan dengan beberapa game dan lagu, anak-anak sudah mulai akrab. Kak amir tidak sendirian, ada Kak Syarif, Kak Mimin dan Kak Asep Juga.

Mereka generasi masa depan 
Tak hanya itu, dengan beberapa pertanyaan pun anak-anak sangat antusias untuk menjawabnya. Bagi siapa yang bisa menjawab dengan tepat maka anak tersebut akan dapat hadiah, berupa permen. Meski tak seberapa, tetapi sangat cocok untuk memancing anak-anak dalam menjawab tiap pertanyaan yang Kak Amir lemparkan.

Waktu 15 menit ternyata sudah berlalu, dan kini gantian Kak Asep Budianto yang mengisi. Anak-anak diajak untuk bermimpi dan memiliki cita-cita. Ide ini digagas karena kebanyakan anak-anak kampung itu tahunya ya hanya sekedar jadi guru, dan dokter saja. Padahal banyak cita-cita lain di luar sana.

Tak hanya itu, anak-anak juga diajak untuk bagaimana meraih cita-cita yang mereka inginkan. Kuncinya yaitu kerja keras dan pantang menyerah. Kak Asep selalu bilang “kamu ingin jadi dokter..?? terus usaha apa yang sudah kamu lakukan untuk menjadi dokter itu sekarang??... atau mata pelajaran di sekolah yang paling kamu sukai apa saja??.. ”

Kak Asep juga mengajak anak-anak untuk menyaksikan kisah anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik tetapi karena kerja keras akhirnya cita-citanya tercapai. Meski mereka dilahirkan tidak memiliki kedua tangan dan bahkan juga ada yang tidak memiliki kaki, mereka sedikitpun tak pernah mengeluh, mereka selalu tersenyum dan yakin untuk hidupnya.

Sebelum ditutup, Kak Asep menyampaikan bahwa semuanya berawal dari mimpi. "Apapun itu pasti diawali dari sebuah mimpi.. maka bermimpilah..."

Kak Syarif, Kak Asep, Ibu RT, Kak Mimin dan Pak RT
Setelah acara selesai dan ngobrol dengan tuan rumah, kami pamit dan tak lupa menyempatkan untuk berfoto bareng dengan ibu dan bapak beserta keluarga kecilnya. Semoga kegiatan bisa terus berjalan, "dulu juga pernah ada dari mahasiswa yang KKN.. tapi cuma sekali aja... " papar ibu RT. "insyaallah kalau tiap kampung sudah ada perwakilan kegiatan ini bisa rutin ibu.." inilah jawaban kami saat itu. Kami pun pamit. [Zah]


____________
foto-foto yang lainnya KLIKDISINI

Langkah Awal Untuk Memulai...

Rencana awal kami (Amir dan Asep), ingin mengumpulkan pemuda yang memiliki visi dan misi yang sama dalam forum pemuda penggerak desa. SMS undangan pun kami sebarkan ke yang lain, kami menunggu di tempat yang tertulis di SMS. Saat itu kami memilih tanggal 09 Februari 2014 sebagai tanggal yang tepat, karena bertepatan dengan hari minggu.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya tak ada satupun yang hadir, hasilnya nihil. Akhirnya kami menggunakan Plan B sebagai alternatif. "Kalau kita kayak begini nanti malah gak jalan, gimana kalau kita langsung gerak aja.." inilah tawaran Asep waktu itu. Tanpa pikir panjang Amir pun mengiyakan tawaran yang luar biasa ini. Akhirnya mereka berdua merancang konsep dan menentukan tempat.

Pilihan tempat jatuh pada kampung Kupluk. Setelah menentukan tempat, kami menentukan tema materi yang akan disampaikan. Setelah selesai dan dirasa cukup, akhirnya bahasan yang selanjutnya ialah masalah perlengkapan. Setelah dicek perlengkapan yang dibutuhkan apa saja dan dirasa cukup, akhirnya kini tinggal menyediakan pojektor/infocus.

Dari hasil survei Amir waktu di Jogja, kurang memuaskan. Selain merk yang ditawarkan banyak macam nya, harganya juga lumayan menguras kantong. Ditambah lagi dengan spesifikasi yang kurang paham betul. Akhirnya dengan kesepakatan, kami akan mencari di Serang saja. Kebetulan, sore itu Amir akan berkunjung ke Cigodeg dan mengunjungi teman yang akan berangkat ke Kupang.

Kesempatan ini tidak disia-siakan Asep. Asep ikut ke Cigodeg dan setelah urusan Amir selesai, Asep akan langsung mengajak Amir untuk mencari Infocus ke Serang. Sebab kalau tidak bergerak cepat, besok lusa asep akan berangkat ke Jakarta.

Setelah keliling Ramayana dan kembali ke Ciceri, akhirnya kami menemukan harga yang sesuai. Setelah survei dirasa cukup kami kembali ke kost. Setelah sholat Isya, kami berdiskusi terkait mana yang sebaiknya diambil, tipe yang 114 atau yang 116. Karena Asep yang menentukan, maka Amir hanya memberikan masukan saja.

Esok paginya, kami berpisah setelah makan siang di kantin kampus UNTIRTA.

Kenapa Pemuda

Ide awal dari organisasi ini, hanya lingkup mahasiswa saja. Sehingga yang menjadi keanggotaan di dalamnya terdiri dari anak-anak mahasiswa dari berbagai kampus yang berdomisili di desa Panunggulan den Sukasari. Tapi, setelah kami diskusikan kenapa hanya mahasiswa, yang lain juga bisa?..

Dari sana akhirnya kami membuat kata "Pemuda" sebagai alternatif. Sebab kata "pemuda" lebih familiar dan siapapun bisa bergabung dan ikut menyumbangkan ide, tenaga, maupun materinya. So, siapapun yang merasa pemuda dan memiliki keinginan yang sama dengan kami, mari bergabung disini.

Kata pemuda tidak mesti masih lajang dan belum menikah. Meski sudah punya anak dan berkeluarga, tidak menutup kemungkinan anda bisa bergabung disini. Sebab yang kami butuhkan adalah "jiwa dan spirit pemudanya..... "

Mari bergabung dengan kami dan kita buat hidup ini lebih bermakna. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan dan generasi masa depan bangsa. 

Selamat Datang

Assalamu'alaikum wrwb....

Puji syukur kehadirat Allah swt dan Sholawat kepada nabi junjungan kita, Muhammad saw. Bersyukur kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan rutinitas ibadah. Semoga amal tersebut menjadikan amalan yang dapat menolong kelak di akhirat.

Organisasi ini sengaja dibentuk untuk memajukan desa, khususnya desa Panunggulan dan Sukasari. Ide ini sebetulnya berawal dari dua sahabat yang merasa perlu adanya wadah untuk memberikan manfaat kepada generasi selanjutnya. Ditambah dengan keprihatinan yang saat ini berkembang di masyarakat. jika dibiarkan maka akan merusak mereka.

Untuk itu atas dasar kepedulian dan ingin memberikan manfaat kepada sesama maka kami berencana ingin mendirikan organisasi ini. Sehingga dengan adanya organisasi ini akan memberikan manfaat yang baik serta dampak perubahan dari buruk menjadi lebih baik.

Semoga niat baik ini, allah berikan kekuatan serta kesabaran dalam menjalaninya. Tidak ada daya selain milik-Nya. Kami serahkan semuanya kepadaMu ya rabbi...

Amir H dan Asep B